Bab 3 C. Membaca

      Kamu tentu pernah membaca dongeng. Seperti Sangkuriang atau malin Kundang. Dongeng adalah cerita khayalan.

Sekarang ayo baca dongeng berikut.
Putri Buruti Siraso
Putri Buruti Siraso

      Ada cerita dari Nias, Sumatera Utara. Di atas bumi terdapat sembilan lapisan langit. Di sana tempat  tinggal keturunan dewa. Mereka dipimpin oleh rajanya masing-masing. Sedangkan, di atas bumi tinggallah manusia. Begitu juga di Tano Niha (Pulau Nias).
      Pada salah satu lapisan langit terdapat kerajaan. Nama kerajaannya Teteholi Ana’a. Kerajaan tersebut dipimpin Bulugu Silaride Ana’a. Yaitu seorang raja keturunan dewa. Bertahun-tahun permaisuri raja belum mempunyai anak. Akhirnya, permaisuri melahirkan dua anak kembar. Satu laki-laki dan satu perempuan. Anak laki-laki diberi nama Silogu Mbanua. Dan perempuan diberi nama Buruti Siraso. Raja Bulugu Silaride Ana’a sangat senang. Akan tetapi raja bersedih karena menurut kepercayaan dua anak kembar yang berlainan jenis merupakan pertanda akan datang malapetaka akan membawa aib besar bagi orang tua.
      Meskipun raja dan permaisuri bersedih, namun mereka memelihara anak dengan penuh kasih sayang. Kedua anaknya mempunyai kesaktian setelah dewasa.
      Raja dan permaisuri khawatir melihat kedua anak kembarnya semakin akrab. Raja Bulugu Silarade menganjurkan supaya Silogu Mbanua segera mencari calon istri. Anjuran itu diterima baik oleh Silogu Mbanua. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa dia akan mencari calon istri yang benar-benar mirip dengan adiknya Putri Buruti Siraso. Untuk itu dia mohon kepada ayahnya agar diizinkan pergi berkeliling negeri mereka untuk mencari seorang gadis yang benar-benar mirip dengan adik perempuannya itu.
      Setelah abangnya pergi, Putri Buruti Siraso selalu bermuram durja.
Melihat keadaannya yang demikian itu, Raja Bulugu Silaride bertambah yakin bahwa putrinya itu benar-benar sudah jatuh hati kepada abang kandungnya sendiri. Untuk menghindarkan agar Putri Buruti Siraso tidak melakukan perbuatan yang memalukan, Raja Bulugu Silaride Ana’a dan permaisurinya memutuskan untuk tidak membiarkan Putri Buruti Siraso bertemu lagi dengan abangnya, Silogu Mbanua. Untuk itu Raja Bulugu Silaride Ana’a membujuk Putri Buruti Siraso agar turun ke Tano Niha karena di sana kesaktiannya diperlukan untuk menolong para petani yang mengalami kesengsaraan akibat bibit yang mereka tanam tidak mau tumbuh.
      Maka turunlah Putri Buruti Siraso ke bumi (Tano Niha). Setibanya di Tano Niha, sang putri membagi-bagikan bibit yang sengaja dibawanya dari kayangan kepada para petani. Kemudian bibit tersebut ditanam oleh para petani. Pada waktu panen ternyata hasilnya melimpah ruah. Oleh karena itu, penduduk Tano Niha
menyebut Putri Buruti Siraso sebagai Putri Bibit.
      Selanjutnya Putri Buruti Siraso berdiam dekat muara Sungai Oyo yang terletak di sebelah barat Tano Niha. Di tempat itu sang putri bertani dan beternak. Hasil pertaniannya melimpah ruah dan ternaknya berkembang biak. Sebagian dari hasil pertaniannya itu dibagi-bagikan oleh Putri Buruti Siraso kepada para petani untuk dijadikan bibit. Demikian juga hasil ternaknya.

Istana

      Pada suatu hari Silogu Mbanua kembali. Dia tidak menemukan orang yang mirip adiknya. Silogu menanyakan kepada kedua orang tuanya di mana adik Putri Buruti Siraso. Raja dan permaisuri menjawab bahwa adiknya sudah meninggal dunia. Kemudian mereka membawa Silogu Mbanua untuk melihat kuburan adiknya. Padahal kuburan tersebut palsu. Padahal Putri masih hidup dan bertempat tinggal dekat muara Sungai Oyo di Tano Niha. Tetapi Silogu Mbanua tidak mengetahuinya, karena hal itu tetap dirahasiakan.
Sumber: Kumpulan cerita rakyat Sumatra Utara

Aku Siap Jawab
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1. Berasal dari manakah cerita di atas.
2. Kerajaan manakah yang ada dalam cerita.
3. Siapa nama raja dan permaisurinya.
4. Mengapa raja bersedih ketika permaisuri melahirkan.
5. Apa yang raja khawatirkan.

Kegiatanmu

1. Ceritakan kembali cerita di atas.
2. Berikan tanggapanmu mengenai sifat dan watak tokohnya.

Ayo perhatikan gambar berikut ini.

Tamasya Tamasya

Tamasya Tamasya

 
Tamasya

Kegiatanmu
Buatlah paragraf untuk gambar penulisan paragraf dan penggunaan ejaan. Jadikan paragraf menjadi sebuah cerita. 

Coba Kamu Ingat
1. Kamu belajar mendengarkan penjelasan. Simaklah dengan baik. Catat hal yang perlu diketahui. Sehingga kamu dapat menjelaskan penjelasan itu.
2. Kamu harus dapat memberikan tanggapan. Begitu juga dengan saran. Gunakan kalimat secara berurut. Dan pilihlah kata yang tepat.
3. Kamu belajar membaca dongeng. Pahami isi dongengnya. Sehingga kamu dapat menceritakan kembali.
4. Paragraf adalah seperangkat kalimat berisi gagasan. Sebuah paragraf terdiri atas satu kalimat. Bisa juga dua kalimat atau lebih. 

Cermin Diri
Ceritakan isi dongeng yang pernah kamu baca. Gunakan kalimat yang mudah dipahami.

0 komentar:

Poskan Komentar



Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.